Minggu, 19 Maret 2017

Kades Bajang Luruskan Berita Bohong Penculikan Siswa SD

"Foto ini merupakan berita bohong tentang penangkapan perempuan yang disebut terjadi di Dusun Brukoh, Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan yang disebar oleh pemilik akun facebook atas nama Eros Divi."

ENAWARTA.COM – Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur Moh Mokri meluruskan beredarkan berita hobong yang tersebar di jejarang sosial facebook tentang penangkapan seorang perempuan akibat berupaya melakukan penculikan pada siswa sekolah dasar.
Berita yang disebar oleh pemilik akun facebook atas nama Eros Divi menyebarkan informasi bahwa di Dusun Brukoh, Pakong, Pamekasan telah ditangkap seorang perempuan oleh massa secara beramai-ramai karena hendak berupaya menculik siswa SD yang sedang berjalan menuju sekolah.
Pemosting informasi itu juga menyertakan foto perempuan paruh baya dengan latar belakang rumah, dan satu foto lagi seorang perempuan sedang digiring aparat TNI dan Polri, serta masyarakat secara beramai-ramai.
Berita tentang penangkapan perempuan berikut dua foto yang menurut pemilik akun facebook itu dikopi dari akun lain, lalu dishare kepada 12 orang temannya, sehingga menjadi berita viral di media sosial.
Inilah berita tentang penangkapan perempuan yang disebar Eros Divi di jejaring sosial facebook.

“Padahal itu tidak benar, dan berita itu telah membuat banyak orang resah,” kata Mokri dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Selasa (14/3/2017) malam.
Mokri yang juga mantan reporter Madura Chanel TV ini menjelaskan, sejak berita tentang penangkapan perempuan tersiar di jejarng sosial facebook ratusan orang dari berbagai daerah mempertanyakan kebenaran informasi itu.
“Tetangga saya yang bekerja di Malaysia dan Arab Saudi juga telepon mempertanyakan kebenaran informasi, dan mereka resah, dengan kabar itu,” kata Mokri.
Saya merasa terteror dengan pemberitaan bohong itu, dan oleh karenanya tadi secara lisan saya telah melaporkan ke Mapolres Pamekasan dan besok siang saya akan datang secara langsung ke Mapolres karena saya menilai, ini bagian dari propaganda untuk memperkeruh situasi keamanan,” tegas Mokri.
Pemosting berita bohong tentang penangkapan perempuan yang berupaya menculik siswa SD dalam berita itu, bukan dalam rangka mempertanyakan kebenaran informasi, akan tetapi justru mempertegas seolah telah terjadi di Dusun Brukoh. (PENAWARTA.COM-1)

Sumber Berita: penawarta.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.