Senin, 06 Februari 2017

PENGENALAN DAN PEMBUATAN BIOPESTISIDA


PENGENALAN DAN PEMBUATAN BIOPESTISIDA

Pertanian di desa Bajang mayoritas terdiri dari tanaman padi,di desa Bajang memiliki system pengairan yang sangat bagus sehingga banyak tanaman yang tumbuh subur di desa tersebut tetapi terdapat kendala yang serius yang bahkan masyarakat sendiri di buat gelisah yakni terdapat serangan organisme pengganggu (OPT).OPT mempunyai arti pentingbagi masyrakat karena dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada tanaman .Pada umumnya petani menggunakan pestisida kimia untk menekan kerusakan tanaman tersebut karena dia anggap lebih cepat memberikan efek hasil dan mudah cara pengplikasiannya tetapi dalam penggunaan pestisida kimia dapat memyebakan kerusakan pada lingkungan dan memberikan efek negatif pada kesehaan manusia.Untuk meminimalkan pestisida kimia dengan cara memanfaatkan agen pengendali hayati.Penggunaan agen pengendali hayati semakin berkembang karena cara ini lebih unggul di bandingkan pengendalian berbasis pestisida kimia  beberapa ke unggulan tersebut yaitu aman bagi manusia ,musuh alamidan lingkungan dapat mencegah ledakan hama sekunder ,produk pertanian yang dihasilkan bebas dari residu dari pestisida terdapat disekitar pertanaman sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia dan menghemat biaya produksi.Banyaknya keluhan masyarakat desa tentang mahalnya obat atau pestisida kimia di pasar membuat para petani rugi,sehingga pembuatan biopestisida ini menjadi salah satu alternatif pembuatan pestida alami,bahan ynag digunakan juga mudah di dapat dan ramah lingkungan yakni  di antaranya daun papaya,daun mimba,daun sirsak,dan deterjen sehingga cara ini dapat menghemat biaya pengeluaran obat yang di gunakan.

Manfaat kegiatan :
-          Membuat masyarakat sadar akan dampak yang akan terjadi akibat pemberian pestisida kimia secara terus menerus.
-          Membuat masyarakat memahami pentingnya pangan sehat.
-          Mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami yang sudah tersedia
-          Mengajarkan masyarakat cara untuk mengatasi masalah hama dan penyakit secara alami dan tidak merusak lingkungan.
-          Mengajarakan masyarakat cara pembuatan pestisida alami.
Hasil/dampak :
            Dampak yang ditimbukan dengan diadakannya pelatihan pembuatan biopestisida ini terfokus pada para petani yang berada di desa Bajang ,yang dimana kebanyakan petani terdapat keluhan yang pada pembelian obat atau pestida yang terlalu mahal sedangkan hama atau penyakit yang ada pada tanaman belum sepenuhnya teratasi.Kebanyakan petani di desa Bajang tanaman yang di tanam yakni kebanyakan padi dan cabe,untuk tanaman padi sendiri di desa Bajang  kendala pada banyaknya tanaman yang terkena hama yakni seperti ulat dan kepik sedangkan untuk tanaman cabe banyak terkena hama ulat.
Hambatan/kendala :
            Pada pelatihan pengenalan dan pembutan biopestisida terdapat beberapa hambatan, hambatan tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan dasar mengenai bahan –bahan alami yang bisa di manfaatkan sebagai pestisida dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahayanya penggunaan pestisida kimia,serta kurangnya informasi dan pengetahuan untuk membuat pestisida secara alami.
Penyelesaian hambatan :
            Pemateri berusaha memberikan materi yang berisi ajakan kepada parapetani desa yang hadir pada acara pelatihan. Karena petani merupakan pilar regenerasi desa yang akan terus berjuang memajukan desa dan untuk menghasilkan bahan pangan yang sehat.Pelatihan juga berisi cara pembuatan biopestisida secara langsung dan mengajak masyarakat mempraktekkannya atau membuat secara langsung bersama-sama sehingga masyarakat bisa membuatnya sendiri dan dapat mengaplikasikannya secara langsung pada tanaman.Menyadarkan masyarakat secara perlahan dengan mulai berfikir kedepan,dan juga mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan yang sudah tersedia di lingkungan itu sendiri,sehingga dapat menciptakan peluang uasaha.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.