Senin, 06 Februari 2017

PELATIHAN PENGOLAHAN CABAI MENJADI SAMBAL BUBUK


PELATIHAN PENGOLAHAN CABAI MENJADI SAMBAL BUBUK

Melihat potensi desa bajang yang 80% bergerak di sektor pertanian namun minim dalam bentuk produk hasil olahan, pengamat berinisiatif untuk memadukan antara keduanya yaitu dalam bentuk produk hasil dari komoditi yang tersedia di desa Bajang yang berupa pengolahan cabai yang di beri nama SABU atau Sambal Bubuk. Pelatihan ini lansung di pimpin oleh Ayu Wilsya Rachman selaku PJ atau Penanggung Jawab atas Pelatihan Pengolahan Cabai Menjadi Sambal Bubuk khas Desa Bajang. Acara ini sangat antisuas yang di ikuti warga dikarenakan belum ada bentuk pengolahan di Desa Bajang ini. Bapak Moh Mokri selaku kepala desa juga sangat antusias dalam adanya pelatihan yang berbentuk pengolahan dengan bukti Bapak Moh Mokri juga mengikuti proses pelatihan pengolahan cabai tersebut dan memberikan saran atau masukan atas farian rasa sepeti sambal bubuk tongkol dan juga farian rasa lainya
Manfaat kegiatan :
-          Memberi pengetahuan warga mengenai cara mengolah produk hasil olahan.
-          Memberi penjelasan mengenai pentingnya mengutamakan kualitas produk.
-          Memberikan wawasan kepada warga tata cara memproduksi produk hasil desa.
-          Memberikan wawasan akan potensi berwirausaha
            Hasil dan dampak di adakan pelatihan ini untuk sementara waktu ialah adanya pengolahan cabai dengan rasa original. dan diharapkan untuk kedepanya terdapat farian rasa lainya untuk mengembangkan olahan cabai tersebut. Pelatihan ini juga berdampak dari pengolahan cabai di masyarakat untuk menigkatkan jiwa berwirausaha dan juga perekonomian di desa Bajang sendiri. Dan juga diharapkan kedepanya adayan kesadaran masyarak di desa Bajang untuk mengolah berbagai hasil pertanian lainya untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat desa Bajang

            Hambatan dan kendala atas pelatihan ini ialah harga cabai pada waktu KKN berlangsung yang dimana harga cabai sempat menemmbus kisaran harga Rp 130.000,00 rupiah untuk perkilo-nya. Hambatan yang lainya adalah kondisi cuaca yang dimana di desa Bajnag hampir setiap harinya pada waktu sore hari turun hujan sedangkan cabai yang di gunakan adalah cabai kering untuk pembuatan sambal bubuk atau SABU

            Penyelesaian hambatan dalam pelatihan pengolahan cabai di desa Bajang ini adalah mencampur cabai rawit dengan cabai besar sehingga biaya produksi sedikit berkurang dikarenakan adanya campuran cabai beasar dan cabai rawit. Dan untuk menanggulangi cuaca yang setiap hari hujan di waktu sore kelompok KKN 05 menggunakan oven sebagai pengganti panas matahari
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.