Selasa, 21 Februari 2017

Joko Ribowo Terpukau dengan Pesona Alam Bukit Brukoh

Bolamadura.com – Pesona alam Bukit Brukoh di Desa Bajang Kecamatan Pakong Pamekasan mengundang decak kagum para punggawa Madura United yang berkunjung ke lokasi wisata itu, Rabu (15/2/2017).
Salah satunya adalah penjaga gawang Laskar Sapeh Kerrab, Joko Ribowo. Ia begitu terpukau dengan pemandangan yang disajikan dari bukit tertinggi di Kecamatan Pakong tersebut.
Joko bersama rekan-rekannya tak melewatkan kesempatan berfoto selfie dengan latar pemandangan di Bukit Brukoh. Beberapa teman-temannya juga ikut mengabadikan gambar di atas perbukitan tersebut.
“Pemandangannya bagus, viewnya banyak, ada pantai, pegunungan, perkampungan dan sawah-sawah,” ungkap Joko.
Ia berharap tempat wisata Bukit Brukoh semakin berkembang ke depannya dan bisa menyedot banyak wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dari atas ketinggian.(mea)
Sumber : Bola Madura

Share:

Berakhir Pekan di Wisata Baru Bukit Brukoh


Setiap akhir pekan menjadi hal yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di sebuah tempat yang menyejukkan. Apalagi lokasi wisata Bukit Brukoh di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Jawa Timur ini menyajikan pemandangan hutan yang menyegarkan mata. Dari ketinggian,udara sejuk pun terasa menerpa wajah. Sebagian orang juga mencoba mengabadikan lewat kamera handphone. Namun sayang, di sini masih banyak sampah dan tak ada pagar di bibir tebing. Tempat wisata ini tidak dipungut biaya masuk. Namun, pengunjung harus memarkir kendaraan di bawah bukit dan berjalan sambil menikmati panorama alam perbukitan hijau. Pengunjung berharap pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur bisa membenahi fasilitas wisatanya.



Sumber link: Channel Kompas TV

Share:

Kunjungan Skuad Madura United ke Bukit Brukoh

Pamekasan, 15/2 (Media Madura) – Tim sepak bola kebanggaan warga Madura, Madua United FC mengunjungi destinasi wisata Bukit Brukoh, di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (15/2/2017) pagi.
Kedatangan tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab itu untuk memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Tak ayal para pemain disambut oleh ratusan suporter, bahkan Fabiano dkk diajak berfoto bareng oleh suporter.
Salah satu pemain Madura United Joko Ribowo mengungkapkan, di tempat itu para wisatawan akan merasa senang sebab para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah.
“Disini viewnya bagus, bisa melihat laut, areal persawahan, perkampungan. Pokoknya sangat indah,” katanya.
Menurut pria kelahiran Jepara itu, puncak brukoh layak dijadikan objek wisata selain Pantai Jumiang, Talang Siring dan Api Tak Kunjung Padam.
“Berharap tempat ini semakin ramai pengunjung, dan terus dilakukan pembenahan dalam rangka peningkatan kualitas dan fasilitas,” tambah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang itu.

Pemain Madura United dijamu di kediaman Kades Bajang, Moh Mokri
Sementara Kepala Desa Bajang, Moh Mokri menyatakan bangga dengan kedatangan tim kesebelasan asuhan Gomes De Olieviera itu. Ia berharap, kunjungan skuad Madura United bisa mendongkrak jumlah pengunjung.
“Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih, dengan datangnya Madura United kesini semoga berdampak baik pada keberlangsungan wisata Bukit Brukoh ini,” ungkapnya.
Di Bukit Brukoh, para pemain dijamu dengan buah-buahan hasil tani masyarakat sekitar, seperti Durian dan rambutan serta makanan polowijo. Setelah itu makan siang Kaldu Kokot di rumah Kepala Desa.
“Hidangan ini hasil dari tanah kita, ya dinikmati saja, meskipun seadanya,” ujarnya.
Untuk diketahui, di hari yang sama, skuad PSCS Cilacap akan menikmati indahnya pantai Jumiang. Pasukan Gatot Barnowo akan berangkat sore hari, pukul 15.00 WIB ke destinasi wisata yang berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu itu.
Tanggal 16 Februari, giliran dua tim yaitu Semen Padang dan Perseru Serui. Skuad Kabau Sirah akan mengunjungi Kampung Batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, pukul 08.30 WIB.
Sementara Perseru Serui bakal menyambangi sentra batik Podek di Desa Rangperang Daja, Kecamatan Pakong, Pamekasan, pukul 10.00 WIB.
Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi






Sumber : Madura United Fc Youtube Channel , mediamadura.com
             
Share:

Rabu, 08 Februari 2017

Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemasaran Produk




Pemasaran suatu produk merupakan hal penting yang harus di pahami oleh masyarakat dikarenakan akan menentukan produk tersebut akan dapat di terima dan diketahui oleh masyarakat luas. Dan masa sekarang media sosial sangat mempengaruhi bagaimana suatu produk dapat dikenal.

 Pelatihan dan Pembeerdayaan Masyarakat Dalam Pemasaran Produk merupakan program yang bertujuan mengajarkan pada pemuda bagaimana teknik pemasaran saat ini dan bagaimana pengelolaan dari teknik pemasaran tersebut. Diharapkan juga bukan hanya produk namun juga jasa serta pariwisata.     


Hal utama yang menjadi sorotan utama di Desa Bajang adalah Pariwisata bukit brukoh yang menjadi program unggulan Desa dan Mahasiswa KKN 05 UTM yang mana masyarakat harus mengetahui bagaimana promosi agar menarik minat dari pengunjung. Dan pada masa sekarang adalah bagaimana pemasaran dan promosi dengan menggunakan media online dan offline dapat berjalan secara berkesinambungan.        
Diatas merupakan contoh dari Pemasaran media online menggunakan instagram

Share:

KKN 05 Universitas Trunojoyo Madura


Kuliah Kerja Nyata salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang dikelola oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) UTM . Dari KKN ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi yang ada di desa yang yang sudah ditentukan. dan diharapkan juga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat khususnya desa yang diabdi.

Salah satu posko KKN UTM 2017 adalah posko Kelompok KKN 05 yang ditugaskan atau ditempatkan di Desa Bajang Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Kelompok KKN 05 terdiri dari 16 orang Mahasiswa yang berasal dari bebagai jurusan yang ada di Univesitas Trunojoyo Madura.

Awalnya setelah melakukan beberapa rapat koordinasi satu kelompok, maka kelompok KKN 05 melakukan survei pada Desa Bajang untuk menentukan proker utama yang sesuai dengan kondisi  dan potensi desa yang kemudian diusulkan Kepada pihak LPPM dan Kepala Desa Bajang.

     
    

Pilihan pertama adalah membuat SaBu(Sambal Bubuk),yang akan digunakan untuk menjadi Program Utama namun karena kondisi cuaca yang kurang baik untuk menghasilkan cabai dan juga terdapat Bukit Brukoh yang lebih baik dikembangkan maka program Kerja Utama diganti dari SaBu menjadi Pariwisata dengan tema "Pengembangan Pariwisata Madura berbasis Kearifan Lokal".


Disambut dengan baik Proker Utama Kelompok KKN 05 UTM oleh Kepala Desa Bajang yaitu Bapak Moh. Mokri S.pd , yang mana ada harapan kelompok KKN 05 dapat merubah image bukit Brukoh yang awalnya dari Bukit mesum menjadi bukit pariwisata yang baik untuk bersama keluarga dan sahabat.

Dan setelah adanya beberapa pengerjaan dan promosi maka dibukalah Wisata Alam Bukit Brukoh sebagai bentuk dan hasil dari mahasiswa KKN 05 UTM .Selain Program Utama Terdapat proker pendukung antara lain ,pelatihan dan pembuatan SaBu(Sambal Bubuk) ,Pelatihan dan pembuatan Biopestisida,Pelatihan Desain dan Pengembangan Pariwisata,pembuatan Kerajinan dari akar Bambu, dan juga Pengabdian terhadap pendidikan.
      


Share:

Mengenalkan Bukit Brukoh Pada Pemain Piala Presiden

(Kepala Desa Bajang berkordinasi dengan manager Madura United untuk Persiapan ke Bukit Brukoh) 

Terpilihnya Bukit Brukoh sebagai salah satu destinasi wisata untuk dikunjungi oleh beberapa pemain piala presiden menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Kepala Desa Bajang setelah mengusulkan dan beberapa kali melakukan koordinasi dengan dinas Pariwisata Pamekasan dan pihak pengelola Piala Presiden untuk dapat mengunjungi Bukit Brukoh.

Kunjungan ini juga menjadi rentetan acara dari Pemkab Pamekasan sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kompetisi Piala Presiden 2017 ini.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin di Pamekasan,menjelaskan masing-masing peserta klub sepak bola grup E seperti Semen Padang, PSCS Cilacap, Perseru Serui, termasuk skuad Madura United akan diajak mengunjungi destinasi wisata yang sudah disiapkan Pemkab yang salah satunya adalah Bukit Brukoh.

Setelah melakukan beberapa koordinasi dengan pihak pengelola Piala Presiden, Kepala Desa Bajang menginfokan kepada mahasiswa KKN 05 UTM "Pemain Madura United Insyaallah mengunjungi Bukit Brukoh antara tanggal 15/16 Februari 2017,kalian gag mau hadir?"

Upaya memperkenalkan potensi wisata dan kuliner kepada klub sepak bola yang akan berlaga di Pamekasan ini merupakan bagian dari program "Ayo Mampir Pamekasan" kerja sama antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Pemkab Pamekasan.   

Diharapkan dari kunjungan pemain-pemain dari klub-klub piala presiden menjadi suatu awal yang baik sehingga dapat menarik perhatian banyak pengunjung dan juga mampu menjadikan Bukit Brukoh salah satu tempat wisata utama di wilayah Pamekasan.

Sumber: antarajatim 
link       : disini 


Share:

Selasa, 07 Februari 2017

KUNJUNGAN DINAS PARIWISATA DI BUKIT BRUKOH

Bukit Brukoh merupakan suatu destinasi wisata yang cukup menjanjikan apabila  pengembangan dan pengelolaannya baik, Dari alasan itulah adanya sumbangsih dari masyarakat,Pemerintahan Desa dan Pemerintahan pusat merupakan hal yang penting ,sehingga percepatan pembangunan dan pengembangan destinasi wisata Bukit brukoh dapat tercapai.
 Kunjungan Dinas Pariwisata Pamekasan menunjukan minat dan keyakinan pemerintah bahwa Bukit Brukoh dapat dijadikan salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Pamekasan, yang diharapkan dapat menjadi satu destinasi wisata ikonik di wilayah Pamekasan.
Bersama dengan Kepala Desa Bajang ,Dinas Pariwisata Pamekasan membahas pengembangan bukit Brukoh, Dinas Pariwisata melakukan survei tempat bagaimana Bukit Brukoh akan dikembangkan lagi. Diharapkan dari survei ini dapat meyakinkan pemerintah untuk memberikan sumbangsih dan pendanaan dalam pembangunan.
Dan dari survei yang telah dilakukan perencanaan penambahan dan pengelolaan akan dilaksanakan pada bulan maret ,Pemerintah akan memberikan bantuan dana kepada pihak Bukit Brukoh untuk digunakan untuk melakukan pengelolaan dan pembangunan fasilitas tambahan pada bukit brukoh. Pemerintah akan mengawal pembangunan Bukit Brukoh sehingga adanya keterikatan antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik. 

Share:

Senin, 06 Februari 2017

MALAM INAGURASI KKN 05 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

MALAM INAGURASI KKN 05 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

Acara malam inagurasi merupakan proker pendukung dari kegiatan KKN 05. Malam inagurasi ini berupa acara pengajian untuk salam perpisahan KKN 05 Universitas Trunojoyo Madura, yang dibawakan oleh Moch. Izar Bachroni dan Ayu Wilsya Rachman.
Acara dimulai dengan pemutaran video profil Desa Bajang yang dibuat oleh KKN 05, sambil lalu menunggu tamu undangan hadir. Untuk pembuka acara, anak-anak PAUD AL-HIDAYAH menampilkan 2 penampilan, lalu pemutaran video Dokumentasi kegiatan KKN 05 sebagai jeda penampilan, kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak SD BAJANG 2.


 Acara kedua yaitu sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh Hj. Rumamah S. Pd. selaku perwakilan dari Desa Bajang, sambutan kedua disampaikan oleh  Abd. Halimurrosyid selaku Koordinator Desa, lalu sambutan terakhir disampaikan oleh bapak Moh. Mokri, S. Pd. selaku Kepala Desa Bajang. Dilanjutkan dengan penampilan dari keluarga besar KKN 05 sebagai mars perpisahan, yang menampilkan musikalisasi puisi. Acara selanjutnya yaitu penyerahan hadiah untuk penampilan dari anak-anak PAUD AL-HIDAYAH dan SDN BAJANG 2, dan penyerahan buku perpustakaan, perangkat pariwisata dan cideramata dari keluarga besar KKN 05 kepada bapak Moh. Mokri, S.Pd.. Kemudian acara terakhir yaitu acara inti yang diisi dengan ceramah dari Hj. Siti Amaniyah, S.Pd. yang bertemakan “Ketika do’a tidak terkabul karena hati sudah mulai mati,” dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang sekaligus sebagai penutup acara.
Manfaat dari acara malam inagurasi ini yaitu untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar KKN 05 dengan warga sekitar, ataupun sebagai lepas kenang sekaligus berpamitan. Dampak dalam kegiatan malam inagurasi perpisahan KKN 05 Universitas Trunojoyo Madura ini adalah tali persaudaraan antara keluarga besar KKN 05 dengan masyarakat desa Bajang sendiri semakin erat.
Share:

PELATIHAN PENGOLAHAN CABAI MENJADI SAMBAL BUBUK


PELATIHAN PENGOLAHAN CABAI MENJADI SAMBAL BUBUK

Melihat potensi desa bajang yang 80% bergerak di sektor pertanian namun minim dalam bentuk produk hasil olahan, pengamat berinisiatif untuk memadukan antara keduanya yaitu dalam bentuk produk hasil dari komoditi yang tersedia di desa Bajang yang berupa pengolahan cabai yang di beri nama SABU atau Sambal Bubuk. Pelatihan ini lansung di pimpin oleh Ayu Wilsya Rachman selaku PJ atau Penanggung Jawab atas Pelatihan Pengolahan Cabai Menjadi Sambal Bubuk khas Desa Bajang. Acara ini sangat antisuas yang di ikuti warga dikarenakan belum ada bentuk pengolahan di Desa Bajang ini. Bapak Moh Mokri selaku kepala desa juga sangat antusias dalam adanya pelatihan yang berbentuk pengolahan dengan bukti Bapak Moh Mokri juga mengikuti proses pelatihan pengolahan cabai tersebut dan memberikan saran atau masukan atas farian rasa sepeti sambal bubuk tongkol dan juga farian rasa lainya
Manfaat kegiatan :
-          Memberi pengetahuan warga mengenai cara mengolah produk hasil olahan.
-          Memberi penjelasan mengenai pentingnya mengutamakan kualitas produk.
-          Memberikan wawasan kepada warga tata cara memproduksi produk hasil desa.
-          Memberikan wawasan akan potensi berwirausaha
            Hasil dan dampak di adakan pelatihan ini untuk sementara waktu ialah adanya pengolahan cabai dengan rasa original. dan diharapkan untuk kedepanya terdapat farian rasa lainya untuk mengembangkan olahan cabai tersebut. Pelatihan ini juga berdampak dari pengolahan cabai di masyarakat untuk menigkatkan jiwa berwirausaha dan juga perekonomian di desa Bajang sendiri. Dan juga diharapkan kedepanya adayan kesadaran masyarak di desa Bajang untuk mengolah berbagai hasil pertanian lainya untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat desa Bajang

            Hambatan dan kendala atas pelatihan ini ialah harga cabai pada waktu KKN berlangsung yang dimana harga cabai sempat menemmbus kisaran harga Rp 130.000,00 rupiah untuk perkilo-nya. Hambatan yang lainya adalah kondisi cuaca yang dimana di desa Bajnag hampir setiap harinya pada waktu sore hari turun hujan sedangkan cabai yang di gunakan adalah cabai kering untuk pembuatan sambal bubuk atau SABU

            Penyelesaian hambatan dalam pelatihan pengolahan cabai di desa Bajang ini adalah mencampur cabai rawit dengan cabai besar sehingga biaya produksi sedikit berkurang dikarenakan adanya campuran cabai beasar dan cabai rawit. Dan untuk menanggulangi cuaca yang setiap hari hujan di waktu sore kelompok KKN 05 menggunakan oven sebagai pengganti panas matahari
Share:

PENGENALAN DAN PEMBUATAN BIOPESTISIDA


PENGENALAN DAN PEMBUATAN BIOPESTISIDA

Pertanian di desa Bajang mayoritas terdiri dari tanaman padi,di desa Bajang memiliki system pengairan yang sangat bagus sehingga banyak tanaman yang tumbuh subur di desa tersebut tetapi terdapat kendala yang serius yang bahkan masyarakat sendiri di buat gelisah yakni terdapat serangan organisme pengganggu (OPT).OPT mempunyai arti pentingbagi masyrakat karena dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada tanaman .Pada umumnya petani menggunakan pestisida kimia untk menekan kerusakan tanaman tersebut karena dia anggap lebih cepat memberikan efek hasil dan mudah cara pengplikasiannya tetapi dalam penggunaan pestisida kimia dapat memyebakan kerusakan pada lingkungan dan memberikan efek negatif pada kesehaan manusia.Untuk meminimalkan pestisida kimia dengan cara memanfaatkan agen pengendali hayati.Penggunaan agen pengendali hayati semakin berkembang karena cara ini lebih unggul di bandingkan pengendalian berbasis pestisida kimia  beberapa ke unggulan tersebut yaitu aman bagi manusia ,musuh alamidan lingkungan dapat mencegah ledakan hama sekunder ,produk pertanian yang dihasilkan bebas dari residu dari pestisida terdapat disekitar pertanaman sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia dan menghemat biaya produksi.Banyaknya keluhan masyarakat desa tentang mahalnya obat atau pestisida kimia di pasar membuat para petani rugi,sehingga pembuatan biopestisida ini menjadi salah satu alternatif pembuatan pestida alami,bahan ynag digunakan juga mudah di dapat dan ramah lingkungan yakni  di antaranya daun papaya,daun mimba,daun sirsak,dan deterjen sehingga cara ini dapat menghemat biaya pengeluaran obat yang di gunakan.

Manfaat kegiatan :
-          Membuat masyarakat sadar akan dampak yang akan terjadi akibat pemberian pestisida kimia secara terus menerus.
-          Membuat masyarakat memahami pentingnya pangan sehat.
-          Mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami yang sudah tersedia
-          Mengajarkan masyarakat cara untuk mengatasi masalah hama dan penyakit secara alami dan tidak merusak lingkungan.
-          Mengajarakan masyarakat cara pembuatan pestisida alami.
Hasil/dampak :
            Dampak yang ditimbukan dengan diadakannya pelatihan pembuatan biopestisida ini terfokus pada para petani yang berada di desa Bajang ,yang dimana kebanyakan petani terdapat keluhan yang pada pembelian obat atau pestida yang terlalu mahal sedangkan hama atau penyakit yang ada pada tanaman belum sepenuhnya teratasi.Kebanyakan petani di desa Bajang tanaman yang di tanam yakni kebanyakan padi dan cabe,untuk tanaman padi sendiri di desa Bajang  kendala pada banyaknya tanaman yang terkena hama yakni seperti ulat dan kepik sedangkan untuk tanaman cabe banyak terkena hama ulat.
Hambatan/kendala :
            Pada pelatihan pengenalan dan pembutan biopestisida terdapat beberapa hambatan, hambatan tersebut diantaranya kurangnya pengetahuan dasar mengenai bahan –bahan alami yang bisa di manfaatkan sebagai pestisida dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahayanya penggunaan pestisida kimia,serta kurangnya informasi dan pengetahuan untuk membuat pestisida secara alami.
Penyelesaian hambatan :
            Pemateri berusaha memberikan materi yang berisi ajakan kepada parapetani desa yang hadir pada acara pelatihan. Karena petani merupakan pilar regenerasi desa yang akan terus berjuang memajukan desa dan untuk menghasilkan bahan pangan yang sehat.Pelatihan juga berisi cara pembuatan biopestisida secara langsung dan mengajak masyarakat mempraktekkannya atau membuat secara langsung bersama-sama sehingga masyarakat bisa membuatnya sendiri dan dapat mengaplikasikannya secara langsung pada tanaman.Menyadarkan masyarakat secara perlahan dengan mulai berfikir kedepan,dan juga mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan yang sudah tersedia di lingkungan itu sendiri,sehingga dapat menciptakan peluang uasaha.
Share:

Kontak

Alamat     : Desa Bajang Kec. Pakong Kabupaten Pamekasan
No. Tlp    :  085748772498
Email       : bajangpmm@gmail.com
Instagram:  @bajangvillage
Youtube  : Bajang Village

Share:

Stuktur Desa


Share:

Pembukaan Wisata Bukit Brukoh


Setiap orang, pasti menginginkan saat liburan berada di tempat yang diinginkan, baik sendirian maupun bersama teman atau keluarga. Banyak orang yang lebih memilih tempat wisata yang alami dengan alasan jenuh akan rutinitas atau kesibukan perkotaan. Tak heran bila ternyata tempat-tempat yang bernuansa alami menjadi incaran para wisatawan. Tapi, di mana tempat yang menakjubkan atau yang tidak biasa untuk dikunjungi? Yang pastinya tidak perlu jauh-jauh keluar negeri. Nah, berikut ini akan dipaparkan beberapa tempat wisata yang nantinya bisa kamu jadikan bahan referensi saat liburan tiba.
pada tanggal 28 dan 29 januari 2017 bertepatan pada hari libur diambil kesempatan ini oleh pihah desa Bajang dan mahasiswa KKN 05 UTM . Menjadikan hari tersebut untuk melakukan pembukaan pariwisata Bukit Brukoh yang selama 2 minggu telah adanya pembaharuan dan promosi oleh mahasiswa bersama masyarakat desa Bajang. Di awali dengan pemotongan pita oleh Bapak Kepala Desa Bajang yaitu Bapak Moh. Mokri, S.pd menyatakan dibukanya Wisata Alam Bukit Brukoh.
Dari pembukaan ini diharapkan kedepannya Bukit Brukoh dapat menjadi satu destinasi wisata yang baik dan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Bajang sehingga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian warga desa bajang. Dan juga diharapkan image bukit Brukoh yang awalnya menjadi tempat asusila muda mudi dapat berubah menjadi wisata alam yang mempesona di untuk dilakukan bersama keluarga dan sahabat.
Penambahan Beberapa fasilitas Seperti Hammock(tempat tidur gantung), Ayunan , dan perubahan wajah dinding bukit brukoh yang awalnya kosong menjadi tempat ikonik untuk berfoto ria bertuliskan Bukit Brukoh, dengan harapan yang masa sekarang mudah nya menyebarkan informasi dan media sosial dapat membuat Bukit Brukoh dikenal masyarakat sekitar, dikenal di Kabpaten Pamekasan  khususnya dan masyarakat Indonesia.
Pada hari sabtu dan dan minggu terjadi peningkatan pengunjung dari minggu sebelumnya walaupun mereka harus membayar uang karcis yang awalnya di gratiskan masuk sebelum pembukaan. Pembukaan ini semoga menjadi awal yang baik untuk Bukit Brukoh dan Masyarakat Desa Bajang.

  
Share:

Rabu, 01 Februari 2017

BIDANG PENDIDIKAN



Untuk mencapai suatu tujuan diperlukan adanya proses pembelajaran yang baik dan benar. Proses pembelajaran terdiri dari dua subjek, yaitu belajar dan mengajar. Proses pembelajaran adalah sarana dan cara bagaimana suatu generasi belajar, atau dengan kata lain bagaimana sarana belajar itu secara efektif digunakan.
Dalam dunia pendidikan banyak sekali kendala atau hambatan yang sering terjadi selama proses pembelajaran, diantaranya kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya media pembelajaran yang digunakan oleh guru, dan lain sebagainya. Namun hal itu dapat diatasi apabila guru dapat berpikir kreatif dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.
Desa Bajang memiliki beberapa lembaga pendidikan  diantaranya : 2 PAUD, 1 Taman Kanak-Kanak, 2 Sekolah Dasar, 1 Madrasah Tsanawiyah, dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan
1.    Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
PAUD Al-Hidayah terletak di Dusun Klobungan Desa Bajang Kecamatan Pakong. Latar belakang terbentuknya PAUD ini karena adanya tindakan dari kelompok muslimatan yang bernama FATAYAT yang dipelopori oleh Hj. Rumamah, beliau melihat kondisi dan situasi masyarakat yang memprihatinkan karena kurang tanggap terhadap pendidikan dan kurang berperan dalam keorganisasian. Menurutnya “Pemuda itu adalah pembangun bangsa” sehingga ia berpikir untuk mengajak kumpulan FATAYAT untuk mendirikan sebuah wadah agar anak-anak usia dini mendapat pendidikan yang lebih baik.
Dibangun pada tahun 2012-2013 awal mulanya berada di tempat muslimatan FATAYAT. Kemudian pindah ke rumah kosong yang telah lama tidak ditempati oleh pemiliknya. Hingga akhirnya PAUD ini diletakkan di Dusun Klobungan hingga saat ini. PAUD yang memiliki 4 orang guru, satu diantaranya lulusan sarjana dan tiga lainnya mengikuti paket A, B, dan C. PAUD ini telah memiliki Standart Operating Procedure (SOP) pada bulan Mei tahun 2013.
Meskipun kurangnya media dan sarana pembelajaran yang hanya mengandalkan 1 ruang kelas, papan tulis dan spidol papan, namun kualitas siswa bisa dijamin. Mereka lulusan dari PAUD Al-Hidayah telah mampu membaca di usia dini. Karena visi dari PAUD ini adalah memberikan yang terbaik untuk siswa. Pembelajaran di PAUD Al-Hidayah juga dapat terbilang unik, karena kurangnya media pembelajaran maka mereka dituntut untuk kreatif dalam memanfaatkan alam yang ada di sekitar mereka sehingga pembelajaran terasa sangat menyenangkan. Selain PAUD Al-Hidayah, desa Bajang masih memiliki 1 PAUD lagi yang terletak di dusun Brukoh.

2.    Taman Kanak-Kanak
TK Hidayatul Yaqin dibangun pada bulan Juni tahun 2006. Dibangun diatas tanah yang kemudian pula dibangun sebuah gedung untuk PAUD, SMP, dan SMK dengan pendiri yang sama yaitu KH. Husni. Namun saat ini telah disekat antara gedung untuk TK dan gedung untuk PAUD sedangkan untuk gedung SMP dan SMK memiliki gedung sendiri namun tetap dalam satu pekarangan.
TK yang telah berdiri lebih dari 10 tahun ini terletak di dusun Brukoh Desa Bajang Kecamatan Pakong. Sarana dan prasarana yang terdapat di TK ini yaitu kelas dan toilet. Cara pembedaan siswa di tiap kelas berdasarkan 2 kriteria yaitu IQ tinggi dan IQ rendah. Dalam 1 kelas rata-rata siswa berjumlah 10 orang. Dan jumlah guru yang ada di TK Hidayatul Yaqin sebanyak 10 orang dengan gelar sarjana dan 2 diantaranya mendapatkan sertifikasi guru dari pemerintah.
Sekolah yang dipimpin oleh Bapak Aliyanto, S.Pdi ini memiliki kegiatan rutin tiap tahun yaitu melakukan study tour dan pada tiap minggunya tepatnya di hari Jum’at melakukan kegiatan baca Al-Qur’an bersama yang dilakukan di masjid depan sekolah. Kegiatan belajar mengajar ini berlangsung selama 6 hari seperti sekolah pada umunya, mulai dari pukul 07.00-10.00 WIB. Sekolah ini juga tergolong sekolah yang berprestasi karena anak didiknya meraih gelar Juara 2 lomba mewarnai tingkat Kecamatan.
3.    Sekolah Dasar
SDN Bajang 2 terletak di Dusun Brukoh Desa Bajang Kecamatan Pakong. Dibangun oleh H. Sholikhin memiliki jumlah siswa sebanyak 62 orang dengan rata-rata tiap kelas berjumlah 11 orang. Fasilitas yang ada di SDN Bajang 2 ini telah memadai seperti 6 ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, kantin, toilet. Sedangkan perangkat pembelajaran yang dipakai di sekolah tersebut seperti buku ajar, media pembelajaran.
Sekolah yang dikepalai oleh Bapak Kartosuwarno, S.Pd., SD telah berhasil meraih beberapa kejuaraan di bidang olahraga yaitu :
a.    Juara 1 Lomba Lari 100 meter Tingkat Kecamatan
b.   Juara 2 Lomba Lari 100 meter Tingkat Kabupaten
c.    Juara 3 Lomba Tolak Peluru Tingkat Kabupaten
d.   Juara 3 Lomba Badminton Tingkat Kabupaten
Sedangkan di bidang akademik  meraih Juara Tingkat Kecamatan pada lomba mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika. Di sekolah ini juga memiliki kegiatan rutin di setiap hari Jum’at yaitu Hadrah, hal itu dilatarbelakangi karena desa Bajang sendiri termasuk desa yang sangat kental akan unsur agamanya. Selain itu juga ada ekstrakurikuler Pramuka dan Grup Drum Band yang bernama Ash-Syifa SDN Bajang 2.
Selain SDN Bajang 2, desa Bajang masih memiliki 1 sekolah dasar yaitu SDN Bajang 1 yang juga memiliki 6 ruang kelas dan rata-rata siswa tiap kelas berjumlah 13 orang. Dan sarana prasaranya juga hampir sama dengan SDN Bajang 2.

4.    Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Pertama yang berdiri pada bulan Juni tahun 2007 memiliki fasilitas yang lengkap seperti ruang kelas, toilet dan asrama. Sekolah ini memang memiliki fasilitas berupa asrama karena siswa juga boleh belajar untuk mendalami tentang agama Islam. Namun asrama ini dibangun sebelum sekolah berdiri. Agar santri di asrama juga mendapat pengetahuan umum, akhirnya KH. Husni mendirikan SMP yang mayoritas siswanya adalah santri asrama.
Sekolah yang terletak satu pekarangan dengan TK Hidayatul Yaqin ini memiliki siswa sejumlah 26 orang. Kegiatannya pun juga lebih melatih ketrampilan yaitu Pramuka, sablon, menjahit, kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Sekolah ini dipimpin oleh Bapak Ahmad Sayuti, S.Pd dengan total pendidik yang ada di SMP tersebut berjumlah 16 guru

5.    Sekolah Menengah Kejuruan

Sekolah ini juga terletak dalam satu pekarangan dengan SMP dan TK Hidayatul Yaqin di Dusun Brukoh Desa Bajang. Dibangun pada tahun 2008, 2 tahun setelah TK Hidayatul Yaqin telah berjalan. Kepala Sekolah di SMK ini bernama Bapak Syaifurrohman, S. Sos., M. Pd. Dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang dalam 3 kelas, sedangkan jumlah pendidik di SMK tersebut sebanyak 18 orang. Di SMK ini telah memiliki media pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Share:

Pepustakaan Desa



Bajang merupakan salah satu desa yang meraih juara I kategori Desa Advokasi Pengembangan Perpustakaan Berkelanjutan. Hal itu karena, Bajang memiliki sebuah perpustakaan desa yang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakatnya. Selain itu, perpustakaan desa juga dimanfaatkan untuk melayani masyarakat dengan menyediakan bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Letak perpustakaan yang strategis membuat masyarakat mudah untuk membaca buku di perpustakaan.
Dalam konteks mengembangkan perpustakaan desa, pengelola perpustakaan memperkenalkan buku-buku yang membuat anak-anak juga ibu-ibu merasa tertarik pada buku. Oleh karena itu kami melakukan penggalangan buku untuk disumbangkan ke perpustakaan. Dan juga program “1 hari membaca”. Dengan mengikut-sertakan masyarakat diharapkan  setelah dilakukan program ini, masyarakat menjadi berminat untuk membaca dan menggunakan perpustakaan sebagaimana fungsinya.


Share:

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.