Senin, 23 Januari 2017

Sejarah Desa Bajang


Bajang merupakan salah satu desa di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Sejarah mencatat dahulu kala pada masa penjajahan kolonial Belanda dan Jepang, daerah ini yakni Desa Bajang dijadikan markas kompeni dan markas tentara Jepang. Namun pada kejamnya perang sabil yang terdiri dari warga masyarakat wilayah setempat yang dibantu masyarakat dari daerah lain, hasil memukul mundur atau mengusir pasukan penjajah bengis tersebut.
Asal-usul Desa Bajang ini melegenda dalam benak warga setempat. Diceritakan bermula pada saat pasukan Belanda diganti oleh pasukan Jepang banyak rakyat yang kekurangan makanan sehingga rakyat harus bekerja siang dan malam hari, dalam  istilah madura bhejeng ta’ bu ambu untuk memperoleh sandangan pangan.
Karena kekurangan air bersih maka rakyat mencari mata air untuk kebutuhan minum, mandi dan mencuci. Dalam pencarian air ini penduduk bekerja dengan giat yang dipimpin oleh Bujuk Dukon. Dengan upaya keras akhirnya warga menemukan sumber mata air yang kemudian diberi nama sumber Bajang, asal kata bajang berarti giat atau rajin.
Di lain cerita Bujuk Dukon merupakan sesepuh penduduk yang memiliki kesaktian mandra guna pada saat itu. Salah satu kemampuanya adalah dapat menghempaskan ke tanah burung yang terbang saat melintas di atasnya. Kemudian sapi kerap kali akan mengalami patah tulang pada bagian kakinya jika hendak menyeruduk Bujuk Dukon tersebut.
Awal mula pemerintahan Desa Bajang terbentuk pada masa penjajahan Belanda pada waktu itu yang menjadi Kepala Desa pertama kalinya adalah Bhujuk Abdullah. Bhujuk yang artinya buyut, beliau menjadi Kepala Desa dengan proses pemilihan yang sah dan unik, yakni dimana dengan mengumpulkan masyarakat pada suatu tanah lapang kemudian warga yang berkumpul berlari menuju Kepala Desa yang mereka pilih. Alhasil yang terpilih adalah calon yang memiliki banyak pengikut yang dinobatkan menjadi Kepala Desa. Dan Bujuk Abdullah yang paling banyak dan terpilih sebagai kepala desa yang pertama dan diganti oleh putranya yang bungsu yang bernama Ganti. Kepala Desa Ganti hanya menjabat 6 tahun karena wafat sehinnga diganti  oleh Kepala Desa Dagang P.Mardina.
            Pemilihan Kepala Desa Dagang P.Mardina dipilaih melalui pemilihan juga yaitu sama dengan pemilihan pada waktu pemilihan Bujuk Abdullah, Kepala Desa Dagang P.Mardina ini memerintah Desa Bajang  selama 41 tahun.

Pada tahun 1945 diganti lagi oleh Kepala Desa Abdus Safi yang mana cara pemilihan berbeda dengan cara pakai lidi. Abdus Safi memerintah dari tahun 1945 sampai dengan 1970 beliau wafat diganti oleh Putranya yang bernama H.Moh Shalihen dengan pemilihan cara yang sama yaitu pakai lidi mulai tahun 1970 sampai dengan 2002 (32 tahun) karena beliau usianya tidak memenuhi syarat maka di ganti oleh menantu yang Bernama Drs. Rusdi.AM dimana kepala Desa Drs. Rusdi.AM Menjabat 1 Periode dan diganti oleh istrinya yang bernama Maimona, A.Ma. Pada tanggal 16 bulan 11 tahun 2016 diadakan Pilkades yang terdiri dari 2 calon yaitu Moh. Mokri nomor urut 1 dan Maimona sebagai nomor urut 2. Dalam  pilkades ini dimenangkan oleh nomor urut 1 atas nama Moh. Mokri dengan kemenangan 16 suara.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.