Senin, 03 Juli 2017

DPR RI Dorong Pemkab Kembangkan Wisata Bukit Brukoh

PortalMadura.Com, Pamekasan- Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) XI Madura, Kholilurrahman mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengembangkan wisata alam Bukit Brukoh.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, lokasi wisata yang ada di Desa Bajang Kecamatan Pakong itu layak dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Sebab, apabila dikelola dengan baik bisa menambah pendapatan asli desa serta meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Wisata Gunung Brukoh layak untuk dikembangkan dan pemerintah bisa mendorongnya untuk kemajuan pembangunan di desa,” tegasnya, Sabtu (1/7/2017).
Mantan Bupati Pamekasan ini menambahkan, pembangunan wisata alam itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada desa seperti yang terjadi sekarang apabila bermaksud menjadikan bumi Gerbang Salam sebagai salah satu jujukan wisata.
“Dana desa sangat terbatas. Kalau hanya diserahkan kepada desa, maka pembangunan lainnya akan terbengkalai,” pungkasnya.
Sejak diresmikannya Wisata Bukit Brukoh pada tanggal 26 Juni 2017, ribuan wisatawan telah berkunjung meskipun fasilitas yang ada cukup terbatas. Objek wisata yang disajikan di atas bukit salah satunya adalah spot selvi.
Wisata alam Bukit Brukoh menyajikan pemandangan alam yang menawan, dari atas bukit pengunjung bisa melihat petani yang tengah bercocok tanam berbagai jenis tanaman. Kemudian, wisatawan juga bisa menikmati permukaan laut dan selat Jawa dengan mata telanjang.

Sumber: portal madura

Share:

Hari Pertama Dibuka, Wisata Bukit Brukoh Capai 2026 Pengunjung


Pamekasan, 26/6 (Media Madura) – Animo masyarakat terhadap wisata Bukit Brukoh yang berlokasi di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur sangat tinggi. Sebab, pada hari pertama dibuka, Senin (26/6/2016) pagi, jumlah pengunjung mencapai 2026 orang.
“Alhamdulillah, di hari pertama tembus 2026 pengunjung. Padahal, baru pertama di buka,” kata Kepala Desa Bajang, Moh Mokri kepada mediamadura.com, Senin (26/6/2017).
Dibukanya wisata Bukit Brukoh bersamaan dengan libur hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Buktinya, animo masyarakat berlibur di hari kedua Lebaran sudah terlihat sejak pagi. Pengunjung sudah berdatangan dari pukul 08.00 WIB, saat wisata Bukit Brukoh belum dibuka.
“Pengunjung yang datang berwisata tidak hanya dari Kabupaten Pamekasan saja. Pengunjung dari tiga kabupaten di Madura juga banyak,” jelasnya.
Bukit Brukoh menyediakan banyak spot menarik untuk memanjakan kebutuhan pengunjung. Keindahan alam dan persawahan hijau dari atas bukit menjadi andalan destinasi ini. 
Namun, tak kalah menarik dan sedang nge-hits di media sosial kini adalah spot batu besar berbentuk “Love”. Sangat cocok untuk pengunjung yang suka selfie.
“Kami masih akan menyediakan wahana-wahana yang menarik lainnya. Yang saat ini sedang digarap, yaitu batu besar di atas bukit yang nantinya dibuat pagar love. Selain itu, kami sedang membuat rumah kayu di atas bukit,” Mokri menambahkan. 
Semua pembangunan itu, lanjutnya, tidak ada campur tangan pemerintah kabupaten setempat, murni menggunakan dana desa. Meski demikian, pihaknya berharap perhatian pemerintah.
“Sampai saat ini kami masih berharap, pemerintah mau bersinergi dengan kami, agar destinasi yang ada di desa kami ini semakin berkembang. Saya yakin Pamekasan ke depan akan lebih populer karena punya destinasi andalan,” tegasnya.
Apalagi, objek wisata bukit ini sangat berpotensi dikembangkan ke depan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Mokri, pesona Bukit Brukoh sangat menarik dan tidak kalah dengan objek wisata lainnya yang ada di Tanah Air, sehingga akan mengundang wisatawan datang berkunjung, apabila dikembangkan dengan baik.
“Kami akan maksimal dan berkomitmen untuk mengelola objek wisata ini agar menjadi tujuan para wisatawan, karena penorama keindahan alamnya dan punya daya tarik sendiri. Dampaknya juga terhadap perekonomian sangat dirasakan oleh warga Desa Bajang,” tutur Mokri.
Lokasi Bukit Brukoh di Desa Bajang tidak sulit dijangkau transportasi. Jarak dari jalan raya ke lokasi objek wisata ini hanya satu setengah kilo. Tiket masuk hanya Rp 5 ribu sekaligus uang parkir (roda dua). Rp 10 ribu untuk mobil plus harga tiket.
Namun, harga berbeda bagi yang membawa kendaraan bus mini yang berisikan puluhan penumpang. Bisa dipungut biaya Rp 20 ribu hingga 30 ribu. Tak kalah penting, wisata Bukit Brukoh juga menyediakan fasilitas umum, seperti musalla, kamar mandi dan lainnya.

Sumber: media madura
Share:

Selasa, 04 April 2017

Desa Bajang Meraih PWI Pamekasan Award 2017 Sebagai Desa Terinovatif Meningkatkan Perekonomian




   Pamekasan (beritajatim.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menggelar Perayaan Puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Pendopo Agung Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1, Senin (3/4/2017) malam.
   Dalam kegiatan yang digagas organisasi profesi tersebut, juga digelar pemberian penghargaan yang dikemas dalam bingkai PWI Pamekasan Award 2017 bagi sejumlah instansi, lembaga hingga perusahaan terbaik di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

   Pantauan di lapangan, tampak hadir Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto, termasuk juga sejumlah perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga perwakilan DPRD Pamekasan.

     Bahkan juga tampak hadir Ketua PWI Provinsi Jawa Timur Akhmad Munir, serta sejumlah undangan hingga nominator peraih penghargaan PWI Pamekasan Award 2017.

  Sebanyak 12 lembaga, instansi maupun perusahaan berhasil meraih penghargaan PWI Pamekasan Award 2017 yang digelar di Pendopo Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1, Senin (3/4/2017) malam.

    Dari 12 kategori tersebut Desa Bajang meraih PWI Pamekasan Award 2017 pada kategori Desa Terinovatif Meningkatkan Perekonomian. Yang mana pemberian penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Desa Bajang bapak Moh. Mokri ,.Spd secara langsung.

   Terima kasih kami sampaikan kepada PWI pamekasan,Pemerintah Kabupaten pamekasan dan juga masyarakat desa bajang. diharapkan dengan diraihnya PWI Award ini menambah motivasi untuk mensejahterakan masyarakat dan Desa Bajang tambah maju dari segala aspek. Aamiin.


Sumber : Beritajatim.com

Share:

Minggu, 19 Maret 2017

Isu Penculikan Anak Kian Marak di Pamekasan, Warga Mulai Resah

Ilustrasi penculikan anak. Foto / google
Pamekasan, 15/3 (Media Madura) – Warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai resah dengan beredarnya informasi penculikan anak melalui berbagai media sosial, khususnya melalui facebook.
Dalam broadcast informasi yang sumbernya tidak jelas itu, menerangkan bahwa seorang wanita berpura-pura gila untuk menculik anak, khususnya siswa yang hendak pergi dan pulang sekolah. Sayangnya tidak sedikit warga yang termakan adanya informasi hoax tersebut dan justru menyebarkannya melalui berbagai media sosial. Bahkan dalam setiap harinya informasi tersebut terus menyebar.
Yang terbaru, pada Selasa (14/03/2017) kemarin, informasi beredar di jejaring facebook tentang tertangkapnya seorang wanita pelaku penculikan di Dusun Brukoh, Desa Bajang, Kecamatan Pakong. Informasi tersebut membuat warga setempat ketakutan. Hal itu juga membuat Kades Bajang, Moh Mokri gerah.
“Berita ini tdak benar dan ini sangat meresahkan masyarakat Bajang khususnya dan Pamekasan pada umumnya,” kata mantan wartawan mediamadura.com ini.
Bahkan, Mokri sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap penyebar berita bohong yang telah meresahkan warganya itu.
“Karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat banyak, maka saya akan menempuh jalur hukum agar hal serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, selama ini memang banyak berita hoax yang tersebar di masyarakat tentang penculikan anak, tetapi hingga saat ini belum ada laporan tentang peristiwa penculikan anak seperti informasi yang beredar tersebut.
Tetapi, kata dia, apabila ada orang yang dicurigai akan melakukan tindakan kriminal termasuk menculik anak, masyarakat diharap untuk segera melapor kepada pihaknya serta aparat desa setempat dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Pada dasarnya info yang berkembang disebar melalui medsos, dimohon masyarakat tidak ikut menyebarkan berita yang belum tentu benar,” pungkasnya.
Sumber Berita: mediamadura.com

Share:

Kades Bajang Luruskan Berita Bohong Penculikan Siswa SD

"Foto ini merupakan berita bohong tentang penangkapan perempuan yang disebut terjadi di Dusun Brukoh, Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan yang disebar oleh pemilik akun facebook atas nama Eros Divi."

ENAWARTA.COM – Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur Moh Mokri meluruskan beredarkan berita hobong yang tersebar di jejarang sosial facebook tentang penangkapan seorang perempuan akibat berupaya melakukan penculikan pada siswa sekolah dasar.
Berita yang disebar oleh pemilik akun facebook atas nama Eros Divi menyebarkan informasi bahwa di Dusun Brukoh, Pakong, Pamekasan telah ditangkap seorang perempuan oleh massa secara beramai-ramai karena hendak berupaya menculik siswa SD yang sedang berjalan menuju sekolah.
Pemosting informasi itu juga menyertakan foto perempuan paruh baya dengan latar belakang rumah, dan satu foto lagi seorang perempuan sedang digiring aparat TNI dan Polri, serta masyarakat secara beramai-ramai.
Berita tentang penangkapan perempuan berikut dua foto yang menurut pemilik akun facebook itu dikopi dari akun lain, lalu dishare kepada 12 orang temannya, sehingga menjadi berita viral di media sosial.
Inilah berita tentang penangkapan perempuan yang disebar Eros Divi di jejaring sosial facebook.

“Padahal itu tidak benar, dan berita itu telah membuat banyak orang resah,” kata Mokri dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Selasa (14/3/2017) malam.
Mokri yang juga mantan reporter Madura Chanel TV ini menjelaskan, sejak berita tentang penangkapan perempuan tersiar di jejarng sosial facebook ratusan orang dari berbagai daerah mempertanyakan kebenaran informasi itu.
“Tetangga saya yang bekerja di Malaysia dan Arab Saudi juga telepon mempertanyakan kebenaran informasi, dan mereka resah, dengan kabar itu,” kata Mokri.
Saya merasa terteror dengan pemberitaan bohong itu, dan oleh karenanya tadi secara lisan saya telah melaporkan ke Mapolres Pamekasan dan besok siang saya akan datang secara langsung ke Mapolres karena saya menilai, ini bagian dari propaganda untuk memperkeruh situasi keamanan,” tegas Mokri.
Pemosting berita bohong tentang penangkapan perempuan yang berupaya menculik siswa SD dalam berita itu, bukan dalam rangka mempertanyakan kebenaran informasi, akan tetapi justru mempertegas seolah telah terjadi di Dusun Brukoh. (PENAWARTA.COM-1)

Sumber Berita: penawarta.com
Share:

Selasa, 21 Februari 2017

Joko Ribowo Terpukau dengan Pesona Alam Bukit Brukoh

Bolamadura.com – Pesona alam Bukit Brukoh di Desa Bajang Kecamatan Pakong Pamekasan mengundang decak kagum para punggawa Madura United yang berkunjung ke lokasi wisata itu, Rabu (15/2/2017).
Salah satunya adalah penjaga gawang Laskar Sapeh Kerrab, Joko Ribowo. Ia begitu terpukau dengan pemandangan yang disajikan dari bukit tertinggi di Kecamatan Pakong tersebut.
Joko bersama rekan-rekannya tak melewatkan kesempatan berfoto selfie dengan latar pemandangan di Bukit Brukoh. Beberapa teman-temannya juga ikut mengabadikan gambar di atas perbukitan tersebut.
“Pemandangannya bagus, viewnya banyak, ada pantai, pegunungan, perkampungan dan sawah-sawah,” ungkap Joko.
Ia berharap tempat wisata Bukit Brukoh semakin berkembang ke depannya dan bisa menyedot banyak wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dari atas ketinggian.(mea)
Sumber : Bola Madura

Share:

Berakhir Pekan di Wisata Baru Bukit Brukoh


Setiap akhir pekan menjadi hal yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di sebuah tempat yang menyejukkan. Apalagi lokasi wisata Bukit Brukoh di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Jawa Timur ini menyajikan pemandangan hutan yang menyegarkan mata. Dari ketinggian,udara sejuk pun terasa menerpa wajah. Sebagian orang juga mencoba mengabadikan lewat kamera handphone. Namun sayang, di sini masih banyak sampah dan tak ada pagar di bibir tebing. Tempat wisata ini tidak dipungut biaya masuk. Namun, pengunjung harus memarkir kendaraan di bawah bukit dan berjalan sambil menikmati panorama alam perbukitan hijau. Pengunjung berharap pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur bisa membenahi fasilitas wisatanya.



Sumber link: Channel Kompas TV

Share:

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.